Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan mengembangkan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika, namun di samping peranan penting matematika tersebut terkadang seringkali sebagian siswa kesulitan dalam menguasai dan memahami teori dan rumus-rumus Matematika yang diajarkan di sekolah.
Rumus Penting & Contoh Soal Matematika SD
Penulis : Nuri Hasnani, S.Pd
Ukuran : 12cm x 19,5 cm
Halaman : 204 + iv
Cover : Art paper 210 gr, full color
Isi : Hvs SK 60 gr/bw
Buku ini disusun dengan konsep yang simpel (tidak bertele-tele), yang memetakan setiap materi serta hubungan antar materi. Padat: merangkum semua materi dan rumus-rumus sesuai dengan tingkat pemahaman siswa. Lengkap: memuat soal latihan, soal latihan Ulangan, Soal Latihan UN, plus daftar penjelasan istilah-istilah matematika, penjelasan simbol-simbol yang biasa digunakan dalam matematika, dan penambah wawasan berupa kilasan informasi tokoh-tokoh/ilmuwan Matematika yang berpengaruh di dunia.
Rumus Penting & Contoh Soal Matematika SMP
Penulis : Iman Nurzaman, S.Pd
Ukuran : 12cm x 19,5 cm
Halaman : 212 + iv
Cover : Art paper 210 gr, full color
Isi : Hvs SK 60 gr/bw
Harga : Rp. 22,500
Buku ini dapat menjadi bahan acuan siswa dalam mempelajari materi dan rumus-rumus matematika. Menjadi pegangan guru dalam mengajarkan dan memetakan materi dan rumus-rumus matematika. Lebih dari itu, semoga buku ini bermanfaat dan menjadi bagian dari pendorong munculnya generasi Indonesia yang memiliki intelektual yang handal.
Rumus Penting & Contoh Soal Matematika SMA
Ukuran : 12cm x 19,5 cm
Halaman : 212 + iv
Cover : Art paper 210 gr, full color
Isi : Hvs SK 60 gr/bw
Harga : Rp. 22,500


Jangan Jadikan Buku Sebagai Komoditas Haram di Sekolah
BalasHapusBuku adalah gudangnya ilmu. segala bentuk ilmu pengetahuan ada di dalam buku. Namum, khusus untuk siswa, guru, dan dunia pendidikan sekolah, buku kini sangat memprihatinkan. Buku tidak lagi bebas masuk ke sekolah. Pemerintah menerbitkan regulasi yang "mengharamkan" buku dijual kepada siswa di sekolah. Akibatnya, kini buku dijual seperti penyelundupan narkoba kepada siswa, buku dijual secara sembunyi-sembunyi.
Ini adalah bentuk kegamangan pemerintah dalam menyikapi tuntutan pendidikan murah (rencananya gratis) untuk masyarakat. Namun, kenyataannya sering terjadi salah kaprah, termasuk masalah buku. Prinsipnya, untuk menghasilkan buku yang berkualitas, diperlukan pengorbanan yang besar dari pihak-pihak terkait, termasuk penulis, penerbit, dan pemasaran serta distribusinya. Pengorbanan tersebut tidaklah hanya dana, tetapi juga intelektualitas dan kerja keras orang-orang yang membuatnya. Lantas buku yang sudah susah payah dibuat itu susah masuk ke sekolah. Dalam hal ini tidak ada penghargaan intelektual yang pantas dari pemerintah terhadap "dunia perbukuan" Padahal, di sisi lain bagaimanapun buku adalah kebutuhan pokok untuk setiap siswa dan guru.
Dampaknya sangat luas. Bukan hanya buku yang menjadi komoditas "haram" di sekolah, melainkan juga hancurnya dunia penerbitan yang menghidupi ribuan manusia. Jadi ke depan kita akan semakin sulit melihat buku-buku berkualitas dan layak di tangan siswa, karena yang ada hanya buku "proyek" yang biasa dikerjakan tergesa-gesa oleh SDM yang kurang memadai.
Singkatnya, pendidikan gratis bukan berarti buku gratis atau dihargai murah, dan buku tidak boleh dijual kepada siswa. Seharusnya penerbit diberi kesempatan untuk bersaing secara sehat dalam rangka membuat buku-buku berkualitas, mendidik, dan tetap terjangkau untuk masyarakat.